INFOTREN.ID - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali membuat pernyataan mengejutkan mengenai kebijakan luar negeri dan energi global. Ia secara terbuka menyinggung kemungkinan Amerika Serikat mengambil alih kendali penuh atas cadangan minyak milik Iran.
Langkah ini, menurut Trump, merupakan salah satu opsi strategis yang sedang dipertimbangkan oleh pemerintahannya dalam menghadapi situasi geopolitik yang dinamis di Timur Tengah. Pernyataan ini sontak memicu spekulasi mengenai perubahan drastis dalam kebijakan AS terhadap Teheran.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Trump pada hari Jumat, 27 Maret 2026, yang menarik perhatian komunitas internasional dan pasar energi. Informasi mengenai rencana ini diperoleh dari kantor berita AFP.
Dilansir dari AFP, Jumat (27/3/2026), Trump menyampaikan opsi tersebut dalam sebuah konferensi pers atau pernyataannya kepada media. Ini menunjukkan bahwa isu kontrol sumber daya energi Iran sedang menjadi fokus perhatian tinggi.
Lebih lanjut, Trump menggunakan narasi keberhasilan intervensi Washington di Amerika Selatan sebagai pembanding langkah potensialnya di Iran. Ia mengaitkan opsi minyak Iran dengan kesepakatan yang sudah terjalin dengan Venezuela.
"Dia mengatakan bahwa langkah itu adalah sebuah pilihan," mengacu pada rencana pengambilalihan kendali minyak Iran oleh Amerika Serikat, berdasarkan pernyataan yang disampaikan oleh Donald Trump.
Perbandingan yang digunakan Trump adalah kesepakatan yang berhasil dibuat oleh Washington dengan Venezuela. Kesepakatan ini terjadi setelah adanya perubahan rezim di negara Amerika Selatan tersebut, yakni penggulingan pemerintahan Nicolas Maduro.
"Dia menyampaikan pilihan tersebut seraya membandingkannya dengan kesepakatan yang dibuat Washington dengan Venezuela setelah menggulingkan rezim Nicolas Maduro," demikian rincian yang disampaikan dilansir AFP, Jumat (27/3/2026).
Pernyataan ini menegaskan strategi Trump yang cenderung melihat sumber daya alam negara lain sebagai alat negosiasi atau insentif politik pasca-perubahan rezim, sebuah pola yang kini ia coba terapkan pada konteks Iran.