INFOTREN.ID - Pemerintah Iran mengeluarkan pernyataan keras mengenai infrastruktur internet satelit global milik miliarder Amerika Serikat, Elon Musk, yang dikenal sebagai Starlink. Pernyataan ini menandai peningkatan signifikan dalam ketegangan geopolitik yang melibatkan teknologi komunikasi canggih.
Media resmi Pemerintah Iran kini mengklaim bahwa jaringan Starlink yang tersebar di berbagai wilayah telah resmi masuk dalam kategori "salah satu target sah Iran". Klaim ini menunjukkan kesiapan Teheran untuk mengambil langkah tegas terhadap aset teknologi asing yang dianggap mengancam kepentingan nasionalnya.
Langkah ini diambil mengingat peran Starlink yang semakin vital dalam konektivitas global, terutama di wilayah yang sensitif secara politik seperti yang dipantau oleh Iran. Iran secara spesifik menyoroti keberadaan layanan satelit tersebut di beberapa negara tetangga dan sekutunya.
Informasi mengenai penetapan status target sah ini diperkuat melalui publikasi dari kantor berita Fars. Publikasi tersebut, yang memuat data penting, menjadi penanda resmi sikap Iran terhadap teknologi Musk.
Dilansir Aljazeera, Rabu (1/4/2026), kantor berita Fars menerbitkan infografis yang sangat rinci mengenai hal ini. Infografis tersebut berfungsi sebagai peringatan publik dan justifikasi atas potensi tindakan di masa depan.
Infografis yang diterbitkan oleh kantor berita Fars tersebut secara eksplisit menyatakan bahwa Starlink hadir dan beroperasi di sejumlah negara di kawasan Timur Tengah. Hal ini menjadi dasar utama mengapa Iran menganggapnya sebagai ancaman strategis.
Tiga Ledakan Mengguncang Jantung Beirut Selatan, Dugaan Serangan Balasan Israel Guncang Lebanon
Disebutkan dalam dokumen tersebut bahwa negara-negara seperti Bahrain, Kuwait, dan Uni Emirat Arab merupakan lokasi di mana infrastruktur Starlink terdeteksi beroperasi. Kehadiran layanan ini di negara-negara tersebut dianggap krusial oleh Teheran.
Fakta bahwa Starlink beroperasi di negara-negara yang memiliki hubungan diplomatik kompleks dengan Iran menjadikan isu ini semakin sensitif. Iran melihat ini sebagai potensi alat pengawasan atau intervensi asing.
Sebagai respons atas temuan ini, Iran menegaskan kembali bahwa setiap infrastruktur yang mendukung operasi Starlink di wilayah tersebut kini dapat dianggap sebagai sasaran yang sah secara militer. Hal ini menciptakan ketidakpastian baru bagi operasi teknologi komersial di kawasan tersebut.