INFOTREN.ID - Sebuah insiden tragis mengguncang kota Haifa, Israel utara, setelah wilayah tersebut menjadi sasaran serangan rudal yang diduga berasal dari Iran pada hari Minggu (5/4) waktu setempat. Dampak langsung serangan ini mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur yang signifikan.
Kekhawatiran terbesar kini tertuju pada dua warga yang dilaporkan masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan tempat tinggal yang menjadi titik hantaman utama rudal tersebut. Petugas pemadam kebakaran terus melakukan upaya pencarian intensif di lokasi kejadian.
Selain dua korban hilang tersebut, serangan rudal pada hari Minggu itu juga telah merenggut nyawa dua orang lainnya yang berada di lokasi saat insiden terjadi. Jumlah korban diperkirakan masih bisa bertambah mengingat sifat darurat dari operasi penyelamatan yang berlangsung.
Hantaman rudal tersebut dilaporkan mengenai langsung sebuah gedung apartemen bertingkat tujuh yang berada di kawasan tersebut. Dampak energi ledakan menyebabkan kerusakan struktural yang parah pada bangunan tersebut.
"Hantaman langsung pada gedung tujuh lantai itu merobek sebagian struktur bangunan yang sebagian telah ambruk," demikian keterangan resmi dari militer dan layanan penyelamatan Israel, dilansir dari Al Arabiya dan AFP, Senin (6/4/2026).
Situasi di lokasi kejadian digambarkan sangat mengerikan, dengan puing-puing beton berserakan di mana-mana. Tim penyelamat harus bekerja ekstra hati-hati untuk menghindari keruntuhan lebih lanjut saat melakukan pencarian korban.
Rekaman visual yang berhasil diabadikan oleh kantor berita AFP memperlihatkan kerasnya upaya pencarian yang dilakukan oleh para petugas. Para penyelamat terlihat menggunakan senter untuk menerangi area yang gelap di antara reruntuhan.
"Para penyelamat menggunakan senter untuk mencari di antara reruntuhan dan blok beton yang berserakan," demikian visualisasi yang ditayangkan, menunjukkan kesulitan tim SAR di lapangan.
Upaya pencarian dan evakuasi ini menjadi prioritas utama pemerintah setempat, mengingat harapan untuk menemukan korban yang selamat di bawah timbunan material bangunan.