CIREBON, Infotren.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang diluncurkan sejak 6 Januari 2025 sebagai salah satu prioritas Presiden Prabowo, terus menjadi topik perbincangan hangat di masyarakat. Meskipun dimaksudkan untuk memberikan manfaat kepada jutaan orang, pelaksanaan MBG di lapangan masih menuai sejumlah sorotan negatif.
Beberapa kendala yang terungkap dalam pelaksanaannya antara lain terkait menu makanan yang dinilai kurang layak dan tidak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Tak hanya itu, adanya ketidaksesuaian harga per porsi dengan aturan yang berlaku juga menjadi isu yang mengemuka belakangan ini.
Menanggapi berbagai masalah tersebut, Gus Miftah, atau yang akrab disapa dengan nama lengkap Miftah Maulana, memberikan pendapatnya dalam acara Safari Ramadan yang digelar di Lapangan Mandala Giri, Cirebon, pada Sabtu, 28 Februari 2026.
Gus Miftah dengan tegas menyatakan bahwa MBG bukanlah proyek yang harus dibebani dengan label negatif, melainkan sebuah program yang baik, yang seharusnya mendapat pengelolaan lebih baik.
“MBG itu program, bukan proyek. Menurut orang Cirebon, MBG itu baik apa enggak? Baik. Tapi cara pengelolaannya kurang baik,” ucap Gus Miftah di hadapan ratusan peserta yang hadir dalam acara tersebut.
Lebih lanjut, Gus Miftah menjelaskan, jika terjadi masalah dalam pelaksanaan program ini, pihak yang bertanggung jawab adalah pengelola program tersebut, bukan Presiden Prabowo.
“Kalau caranya yang salah, yang salah bukan presidennya, tapi yang mengelola dapurnya,” sambungnya.
Miftah menambahkan bahwa program MBG sangatlah bagus dan memiliki potensi besar untuk memberikan manfaat, tetapi pelaksanaannya memang harus diperbaiki.
“Kalau programnya Pak Presiden, MBG bagus apa nggak? Bagus, tapi yang menjalankan kurang bagus. Berarti jangan salahkan presidennya,” jelas Gus Miftah, yang turut mengingatkan agar kesalahan dalam implementasi tidak diartikan sebagai kegagalan program secara keseluruhan.