INFOTREN.ID - Serangan udara gabungan yang diduga dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel telah menimbulkan kerusakan infrastruktur sipil yang sangat signifikan di Iran. Data awal menunjukkan dampak kehancuran yang meluas, terutama pada sektor perumahan dan fasilitas publik vital.
Angka kerusakan perumahan mencapai titik yang mengkhawatirkan, dengan estimasi hampir 140.000 unit rumah dilaporkan rusak parah akibat gempuran tersebut. Kerusakan ini tentu berdampak langsung pada ratusan ribu warga Iran yang kini kehilangan tempat tinggal mereka.
Selain sektor perumahan, fasilitas esensial publik juga menjadi korban dari eskalasi konflik ini. Gedung-gedung fasilitas kesehatan, termasuk rumah sakit dan klinik, dilaporkan mengalami kerusakan berat bersama dengan institusi pendidikan.
Menurut informasi yang diperoleh dari CNN pada hari Jumat, 3 April 2026, organisasi Bulan Sabit Merah telah merilis data rinci mengenai kerusakan yang tercatat. Data ini memberikan gambaran konkret mengenai skala kehancuran fasilitas sipil.
"Setidaknya 316 fasilitas kesehatan, medis, dan layanan medis darurat (EMS) juga telah rusak akibat serangan AS-Israel," ungkap Bulan Sabit Merah, menggarisbawahi kerentanan sektor layanan kesehatan.
Lebih lanjut, sektor pendidikan juga menderita kerugian besar, di mana institusi sekolah menjadi sasaran empuk dalam serangan tersebut. "Sebanyak 763 sekolah rusak akibat serangan AS-Israel," tambah Bulan Sabit Merah dalam laporannya.
Selain itu, kantor operasional kemanusiaan Bulan Sabit Merah sendiri tidak luput dari dampak serangan, menandakan gangguan pada upaya respons darurat di lapangan. "Sebanyak 18 kantor Bulan Sabit Merah juga telah rusak akibat serangan AS-Israel," menurut data yang disampaikan.
Upaya pencarian dan penyelamatan korban yang terjebak di bawah reruntuhan terus dilakukan dengan melibatkan unit khusus. Anjing pelacak menjadi alat vital dalam operasi pencarian di tengah puing-puing bangunan yang ambruk.
"Anjing pelacak telah diturunkan dalam 693 misi pencarian dan penyelamatan sejak perang dimulai," ujar Bulan Sabit Merah.