INFOTREN.ID - Sutradara film Indonesia, Adhien Mashar, baru saja mencatatkan rekor tak biasa dalam kariernya di dunia musik. Ia berhasil menyelesaikan produksi empat video klip (MV) untuk artis asal Singapura dan Malaysia hanya dalam waktu tiga jam kerja.

Adhien, yang sebelumnya dikenal luas melalui penyutradaraan film layar lebar, kini semakin merambah dunia video klip. Proyek super singkat ini merupakan tantangan yang datang setelah ia digaet oleh produser asal Singapura, Denzai ZBH.

Adhien mengakui bahwa proyek ini adalah ujian besar bagi kemampuan manajemen waktu timnya di lapangan. "Ini adalah sebuah challenge bagi saya dan tim bagaimana membuat empat video klip dalam waktu tiga jam," ungkap sutradara kelahiran Lahat, 13 November 1982, tersebut.

Kesempatan emas ini muncul setelah seorang teman dekat memperkenalkannya kepada klien Singapura yang hendak melakukan promosi musik di Indonesia. Karena padatnya jadwal para artis di Singapura dan Malaysia, produser menuntut agar empat video klip tersebut digarap secara maksimal dalam durasi super singkat.

Ia menjelaskan bahwa biasanya ia membutuhkan waktu minimal satu hari penuh untuk menggarap satu video klip. "Bayangkan ya Mas, aku biasanya garap video klip itu satu lagu satu hari cukup, ini dikasih waktu hanya tiga jam untuk garap empat lagu," tutur sutradara film Taman Lawang ini.

Menurut Adhien, keberhasilan proyek ini sangat bergantung pada persiapan matang yang dilakukan tim produksi dan sistem kerja yang efisien. Selain itu, para artis juga dianggap mudah diarahkan, serta lokasi pengambilan gambar sudah dipersiapkan secara detail sebelumnya.

Adhien Mashar dikenal luas di industri film Indonesia setelah menyutradarai sejumlah judul layar lebar seperti Taman Lawang, Pengejar Angin, dan Rumah Tanpa Jendela. Meskipun penyutradaraan film adalah 'makanan sehari-hari', ia menegaskan bahwa prinsip penceritaan antara film dan video klip pada dasarnya sama.

Ia melihat kepercayaan dari ZBH Music Singapura ini sebagai kesempatan berharga untuk mengembangkan kariernya di kancah internasional. "Saya harus mengerjakan semaksimal mungkin, ini adalah kesempatan bagi saya dipercaya oleh ZBH Music dari Singapura," tutup Adhien saat ditemui di Rawamangun, lokasi peluncuran musik yang ia garap.