INFOTREN.ID - Vietnam kini berada di ujung tanduk dalam menghadapi potensi krisis energi yang mengancam sektor transportasi udaranya. Pemerintah secara resmi telah mengeluarkan peringatan dini kepada seluruh maskapai penerbangan nasional untuk bersiap menghadapi kemungkinan pengurangan jadwal terbang secara signifikan.

Ancaman pemotongan jadwal ini diproyeksikan akan mulai terasa dampaknya secara masif pada bulan April mendatang sebagai langkah antisipasi terhadap krisis energi global yang semakin nyata. Situasi ini dipicu oleh laporan mengenai gangguan serius yang terjadi pada rantai pasokan bahan bakar jet di kawasan Asia Tenggara.

Pihak berwenang Vietnam menjelaskan bahwa ancaman pengurangan penerbangan ini merupakan konsekuensi langsung dari kebijakan mendadak negara tetangga yang menghentikan pengiriman bahan bakar ke luar negeri. Keputusan protektif ini diambil demi menjaga keamanan stok energi di dalam negeri mereka sendiri.

Kebijakan embargo ekspor bahan bakar jet yang diterapkan oleh China dan Thailand dipicu oleh ketegangan geopolitik global yang memanas, khususnya dampak dari perang di Iran terhadap jalur distribusi minyak mentah dunia. Langkah ini diambil kedua negara besar tersebut untuk mengamankan kebutuhan energi domestik mereka.

Langkah proteksi energi yang dilakukan oleh China dan Thailand ini memberikan pukulan telak bagi industri penerbangan di kawasan sekitar. Pasalnya, kedua negara tersebut merupakan pusat pengilangan minyak terbesar yang menjadi tumpuan pasokan bagi banyak negara tetangga di Asia Tenggara.

Penghentian pasokan mendadak ini diprediksi akan memicu efek domino yang berkepanjangan, diperkirakan harga bahan bakar di pasar internasional akan terus melonjak tajam. Sementara itu, ketersediaan avtur di lapangan justru semakin menipis dan sulit untuk diperoleh oleh maskapai.

Otoritas terkait di Vietnam telah menerima konfirmasi resmi bahwa hambatan distribusi ini hampir tidak dapat dihindari selama konflik di Timur Tengah masih berlangsung dengan intensitas tinggi. Ketergantungan Vietnam pada pasokan dari luar negeri menjadikan mereka sangat rentan terhadap guncangan regional.

Ternyata, Vietnam berada dalam posisi yang sangat sulit karena mereka harus mengimpor lebih dari dua pertiga total kebutuhan bahan bakar pesawatnya dari luar negeri. Data menunjukkan bahwa sekitar 60 persen pasokan avtur Vietnam hanya berasal dari dua sumber utama: China dan Thailand.

Ketergantungan yang sangat tinggi ini membuat industri penerbangan Vietnam menjadi rentan terhadap perubahan kebijakan politik atau ekonomi di tingkat regional, mengancam cadangan energi nasional yang bisa terkuras cepat. Jika penghentian ekspor berlangsung lama, maskapai terpaksa harus membatalkan banyak rute perjalanan demi menghemat sisa stok avtur.