Indonesia kini menghadapi tantangan serius seiring meningkatnya tren kasus campak di berbagai wilayah tanah air. Guna mengantisipasi dampak yang lebih luas, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia langsung memperketat protokol pengendalian penyakit menular tersebut. Langkah strategis ini diambil demi menjamin perlindungan kesehatan masyarakat, terutama bagi kelompok usia anak yang paling rentan.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes RI, Andi Saguni, mengungkapkan bahwa penguatan imunisasi menjadi senjata utama pemerintah. Ia menegaskan bahwa skema imunisasi rutin kini akan didampingi oleh program imunisasi kejar Measles-Rubella (MR) yang lebih intensif. Fokus utama penyaluran vaksin ini menyasar daerah-daerah yang tercatat memiliki cakupan imunisasi sangat rendah.

Pemerintah juga telah memetakan wilayah-wilayah yang berpotensi atau sedang mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB) sepanjang periode 2025 hingga 2026. Sebagai respons cepat, pemberian imunisasi MR tambahan akan segera didistribusikan ke lokasi-lokasi prioritas tersebut tanpa menunda waktu. Strategi ini diharapkan mampu memutus rantai penularan virus campak secara efektif dan menyeluruh di tingkat akar rumput. “Penguatan imunisasi kita lakukan secara rutin dan imunisasi kejar MR, terutama pada wilayah dengan cakupan rendah. Kemudian pemberian imunisasi MR tambahan pada daerah-daerah dengan KLB tahun 2025–2026. MR tambahan ini merupakan crash program,” ujar Andi dalam konferensi pers Kemenkes, Jumat (27/2). Pernyataan tersebut menekankan urgensi tindakan medis segera di tengah situasi darurat kesehatan saat ini.

Program percepatan yang disebut sebagai crash program ini dirancang khusus untuk menutup celah ketertinggalan cakupan vaksinasi nasional. Melalui inisiatif tersebut, pemerintah berupaya keras membangun kekebalan kelompok atau herd immunity yang solid di tengah masyarakat. Tanpa imunitas kolektif yang kuat, risiko penyebaran virus campak akan terus menghantui daerah dengan akses kesehatan terbatas.

Berdasarkan hasil evaluasi Kemenkes, adanya kesenjangan cakupan imunisasi antarwilayah menjadi pemicu utama melonjaknya angka kasus belakangan ini. Beberapa daerah masih menunjukkan angka partisipasi vaksinasi yang jauh di bawah target standar nasional yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, sinkronisasi data dan distribusi vaksin menjadi prioritas utama kementerian dalam beberapa bulan ke depan.

Selain intervensi medis melalui vaksin, Kemenkes juga terus menggencarkan kampanye edukasi dan komunikasi publik secara masif. Masyarakat diimbau untuk tetap disiplin dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai langkah pencegahan mandiri. Upaya kolaboratif antara pemerintah dan warga menjadi kunci utama dalam menekan angka penularan campak secara permanen di masa depan.

Sumber: Bloombergtechnoz

https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/101093/kasus-campak-melonjak-kemenkes-dorong-vaksin-mr-untuk-anak