INFOTREN.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa yang sangat mengecewakan pada perdagangan sesi pertama hari Kamis, 2 April 2026. Tercatat, indeks utama bursa saham nasional ini anjlok sedalam 1,25%.
Penurunan tajam tersebut membawa IHSG tertahan di level 7.093 pada penutupan sesi pertama. Koreksi ini menandakan sentimen negatif yang tengah mendominasi pasar modal Indonesia saat ini.
Kondisi pelemahan ini tidak hanya menyerang segelintir saham, melainkan hampir menyeret seluruh sektor yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Investor tampak bereaksi negatif terhadap perkembangan pasar hari itu.
Secara spesifik, saham-saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45 menjadi sorotan utama karena posisinya sebagai penanggung jawab terbesar kerugian IHSG. Investor mencari tahu saham mana yang paling terpukul.
Tiga saham dari daftar LQ45 tercatat sebagai top losers paling signifikan pada periode tersebut. Ketiga perusahaan besar ini menunjukkan tekanan jual yang sangat kuat dari para pemegang saham.
Saham-saham yang berada di posisi teratas daftar pelemahan tersebut meliputi BREN, diikuti oleh ADMR, dan BRPT. Pergerakan harga ketiganya menjadi indikator utama sentimen pesimistis pagi itu.
Analisis pasar yang dilakukan oleh para analis menunjukkan bahwa aksi jual tersebut dipicu oleh berbagai faktor makroekonomi yang membebani prospek pasar. Hal ini menyebabkan investor cenderung mengambil posisi wait and see.
"IHSG ambles 1,25% ke 7.093 di sesi pertama hari ini (2/4/2026), menyeret hampir semua sektor," demikian dicatat oleh analis pasar modal mengenai kondisi indeks saat itu.
Lebih lanjut, fokus pasar tertuju pada kinerja saham-saham yang menjadi top losers di LQ45. "Ini saham yang jadi top losers," tegas seorang analis yang memantau pergerakan harga saham unggulan.