MEDAN, Infotren.id - Salah satu impian serta harapan besar bagi setiap siswa yang duduk kelas akhir madrasah yaitu dapat melanjutkan studinya ke jenjang perguruan tinggi yang diinginkannya serta yang dicita-citakannya, hal inilah yang diharapkan Hikmatul Fadhilah Hasibuan yang pernah duduk di kelas X Q, XI F1 H dan XII F1 H lokasi Pembelajaran Helvetia, seorang siswi yang baru saja selesai studi selama 3 Tahun di MAN 2 Model Medan.
Hikmah berhasil lulus memasuki Perguruan Tinggi Negeri (PTN) berkualitas di Universitas Sumatera Utara Jurusan Kedokteran melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Hikmah tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, ternyata Hikmah memiliki bakat keagamaan dalam bidang Alquran, Hikmah merupakan seorang Qariah yang berhasil menjuarai Musabaqah Tilawatil quran tingkat Nasional sebanyak 2 kali saat menjadi siswi MAN 2 Model Medan.
Pertama Hikmah berhasil meraih Juara II MTQ Tingkat Nasional 2024 di Samarinda Kalimantan Timur pada cabang tilawatil quran, prestasi kedua Hikmah berhasil meraih Juara I MTQ tingkat Nasional cabang Giat Prestasi Tilawah Puteri Tahun 2024 pada kegiatan Kemah Pramuka Madrasah Nasional (KPMN) Tahun 2024 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur.
Hikmah merupakan anak dari pasangan bapak Aswin amaluddin dan ibu yang bernama parida hannum lubis, orang tua Hikmah Bapak Aswin amaluddin adalah seorang Guru SDN 060834 Medan petisah, sedangkan ibunya juga seoang guru di SDN 064013 Medan Barat, saat ini Hikmah dan orang tuanya berdomisili di jl. Karya gg sosro no 10c, Hikmah lahir di Medan pada tanggal 30 september 2009.
Dia merupakan anak ke 3 dari bersaudara, cita cita hikmah untuk menjadi dokter sudah ada sejak dari pendidikan TK, namun untuk melanjutkan kuliah di USU baru terlintas di pikirannya ketika mulai memasuki pendidikan formal di MAN 2 Model Medan
Hikmah yang saat ini berusia 16 Tahun benar-benar tidak menyangka bahwa dirinya lulus kedokteran di USU. “Begitu pengumuman jalur SNBP dikeluarkan pada tgl 31 Maret yang lalu, saya langsung membuka website SNBP sembari terus berdoa, alhamdulillah berkat rahamt Allah swt dan doa yang dipanjatkan oleh kedua orang tua saya yang terus menerus tidak putus dan juga doa dan suport dari guru-guru MAN 2 Model Medan, akhirnya saya lulus, sejujurnya perasaan saya senang bercampur sedih, karena dalam hati saya, kuliah kedokteran itu bukan kuliah yang mudah, untuk itu saya harus bersungguh-sungguh tidak mengecewakan orangtua saya juga guru-guru saya dan semua orang yang menaruh harapan besar agar saya menjadi seorang dokter yang cinta dengan Alquran,” tutur Hikmah saat selesai bersalam-salaman di lapangan bersama para guru di lapangan, Selasa (31/3/2026).
Hikmah menambahkan, saya juga memiliki bakat dan minat yang tinggi terhadap tilawah Alquran, saya juga tidak akan meninggalkan bakat saya ini, pengembangan prestasi saya dalam tilawah Alquran akan saya arahkan sebagai bagian dari pembentukan karakter, khususnya untuk mendukung pendidikan kedokteran. Tilawah melatih konsentrasi, ketenangan, dan konsistensi, yang sangat penting dalam memahami materi kedokteran yang kompleks, selain itu, nilai-nilai dalam Al-Qur’an seperti empati, kesabaran, dan kepedulian juga sangat relevan dalam membentuk sikap hikmah sebagai calon dokter agar tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap pasien.
“Kedepannya saya berencana untuk terus mengembangkan tilawah dengan mengikuti kegiatan seperti pembinaan tilawah atau lomba MTQ, serta menjaga konsistensi membaca Alquran di tengah kesibukan kuliah, dengan begitu, saya berharap dapat menjadi pribadi yang seimbang antara kemampuan intelektual dan spiritual,” ungkapnya.