INFOTREN.ID – Grab, sebagai operator kendaraan listrik (EV) terbesar di Indonesia, hari ini memperkuat komitmennya dalam mendukung efisiensi energi nasional dan mengakselerasi transisi menuju mobilitas rendah emisi. Komitmen ini diluncurkan melalui gerakan Langkah Hijau Grab untuk Indonesia di Jakarta, yang dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Dr. Agus Harimurti Yudhoyono, M.Sc., M.P.A., M.A.
Gerakan ini diluncurkan sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan kedaulatan energi nasional dan mencapai target Net Zero Emissions pada 2060 atau lebih cepat. Grab menargetkan peningkatan armada EV lebih dari tiga kali lipat dari tahun sebelumnya hingga akhir 2026.
Dalam acara tersebut, Menko PMK Dr. Agus Harimurti Yudhoyono mengapresiasi peran Grab dan para mitra pengemudi dalam mendorong transisi energi.
“Peralihan menuju mobilitas rendah emisi membutuhkan dukungan teknologi, investasi, dan keterlibatan langsung masyarakat. Komitmen Grab untuk memperluas armada EV menunjukkan bagaimana inovasi dapat mendorong masyarakat beralih ke pola konsumsi energi yang lebih efisien,” ujar Menko PMK.
Ia menambahkan bahwa inisiatif ini menjadi contoh nyata kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mempercepat ekonomi hijau, yang juga berdampak positif pada kualitas udara dan kesehatan publik.
Peningkatan Armada EV dan Inisiatif #KitaBijakBBM
Neneng Goenadi, CEO Grab Indonesia, mengungkapkan bahwa per Mei 2026, armada EV Grab telah mencapai lebih dari 28.000 unit, atau dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
“Hingga akhir 2026, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan jumlah armada EV lebih dari tiga kali lipat dari tahun sebelumnya,” kata Neneng.
Peningkatan ini didukung melalui investasi pada segmen roda dua dan roda empat, kemitraan dengan produsen kendaraan listrik (OEM), pengembangan infrastruktur pengisian daya, serta program akselerasi bagi mitra pengemudi.