INFOTREN.ID - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat lonjakan signifikan pada arus lalu lintas (lalin) yang meninggalkan wilayah Jabodetabek menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Data ini mencakup periode empat hari, mulai dari Rabu hingga Sabtu (11-14 Maret 2026).

Total volume kendaraan yang keluar dari Jabodetabek selama periode tersebut terdata mencapai 650.213 unit. Angka ini menunjukkan peningkatan substansial sebesar 7,1 persen dibandingkan dengan volume lalu lintas normal yang biasanya hanya mencapai 607.351 kendaraan.

Puncak pergerakan tercatat pada H-7 Lebaran, yakni Sabtu (14/3/2026), di mana volume lalin yang meninggalkan Jabodetabek melalui empat gerbang tol utama mencapai 190.643 kendaraan. Peningkatan ini setara dengan kenaikan 12,8 persen dari kondisi normal yang tercatat 169.009 kendaraan.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyoroti pergerakan signifikan menuju arah timur pada hari Sabtu tersebut. "Kendaraan yang mengarah ke Trans Jawa tercatat mencapai 60.723 kendaraan atau naik 89,3 persen dari lalu lintas normal sebanyak 32.070 kendaraan," ujar Rivan dikutip Minggu (15/3/2026).

Sebagai upaya mitigasi kepadatan, Jasa Marga mulai memberlakukan kebijakan insentif tarif tol. "Hari ini Jasa Marga mulai memberlakukan diskon tarif tol sebesar 30 persen sebagai upaya mendorong pengguna jalan melakukan perjalanan lebih awal sehingga dapat menghindari puncak arus mudik yang diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026,” ujar Rivan.

Diskon tarif tol sebesar 30 persen tersebut berlaku mulai hari Minggu (15/3/2026) pukul 00.00 WIB hingga Senin (16/3/2026) pukul 24.00 WIB, mencakup periode H-6 sampai dengan H-5 Lebaran.

Program insentif ini ditujukan bagi pengguna jalan yang melakukan perjalanan menerus dan wajib menggunakan kartu uang elektronik di sembilan ruas tol yang dikelola Jasa Marga Group. Ruas tol yang mendapat diskon ini tersebar di jaringan Trans Jawa, Trans Sumatra, dan wilayah Bandung–Cisumdawu.

Pada jaringan Trans Jawa, diskon berlaku untuk Jalan Tol Jakarta–Cikampek, Jalan Layang Mohammed Bin Zayed (MBZ), Palimanan–Kanci, Batang–Semarang, serta Semarang Seksi ABC. Sementara di Trans Sumatra, diskon meliputi Tol Belmera dan Tol MKTT.

Selain itu, diskon juga diterapkan pada ruas Tol Cipularang dan Tol Padaleunyi di wilayah Bandung–Cisumdawu. Langkah ini diharapkan dapat mendistribusikan volume kendaraan agar tidak menumpuk menjelang tanggal prediksi puncak mudik.