INFOTREN.ID - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) telah mengambil langkah strategis dengan mengaktifkan seluruh terminalnya untuk beroperasi penuh selama 24 jam non-stop selama sepekan penuh menjelang Idul Fitri. Keputusan ini diambil sebagai respons langsung terhadap prediksi lonjakan arus barang yang masif jelang hari raya.

Langkah operasional intensif ini juga bertujuan untuk menyelaraskan kinerja terminal dengan kebijakan pemerintah mengenai pembatasan sementara operasional angkutan barang selama periode musim mudik berlangsung. Hal ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam mendukung kelancaran logistik nasional.

Corporate Secretary IPC TPK, Pramestie Wulandary, menjelaskan bahwa perusahaan telah memperkuat sistem operasional menjadi lebih responsif untuk mengantisipasi lonjakan volume peti kemas yang diperkirakan terjadi. Persiapan ini mencakup peningkatan kapasitas dan efisiensi di seluruh lini layanan.

"Kami mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam pengaturan pembatasan angkutan barang selama masa mudik. Untuk itu, IPC TPK memastikan layanan bongkar muat tetap berjalan optimal selama 24/7, dengan dukungan monitoring intensif serta kesiapan personel operasional di seluruh lini," ungkap Pramestie Wulandary dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (19/3/2026).

Peningkatan layanan ini merupakan dampak dari tren kenaikan aktivitas logistik nasional yang mulai menunjukkan peningkatan signifikan sejak memasuki minggu ketiga bulan Ramadan. Segmen domestik menjadi penyumbang utama lonjakan volume tersebut.

Dilansir dari sumber berita, volume kegiatan di Terminal Petikemas 2 (TP2) Domestik tercatat mengalami lonjakan mencapai 37,5 persen jika dibandingkan dengan data pada pekan sebelumnya. Kenaikan ini memberikan tekanan signifikan pada infrastruktur pelabuhan.

Pramestie Wulandary menambahkan bahwa peningkatan volume tersebut dipicu oleh bertambahnya jumlah barang yang masuk (throughput) serta frekuensi kunjungan kapal yang menjadi lebih padat dari biasanya. Hal ini secara langsung memengaruhi tingkat kepadatan di area penumpukan.

Dampak dari lonjakan tersebut terlihat pada tingkat keterisian lapangan penumpukan atau Yard Occupancy Ratio (YOR) di area pelabuhan yang mengalami peningkatan substansial. Oleh karena itu, langkah mitigasi segera diterapkan untuk mencegah kemacetan.

Untuk mencegah penumpukan berlebihan di area pelabuhan, IPC TPK telah mengoptimalkan layanan pintu masuk melalui sistem gate pass dan mulai memanfaatkan lapangan penumpukan Lini 2 sebagai zona penyangga bagi Lini 1. Tindakan ini bertujuan mendistribusikan beban secara merata.