INFOTREN.ID - Persaingan pasar smartphone di segmen harga Rp1 jutaan kini semakin memanas. Tidak lagi sekadar mengandalkan fungsi dasar, sejumlah produsen mulai berani menyematkan fitur kelas menengah ke perangkat entry-level. Salah satu yang mencuri perhatian adalah Redmi A7 Pro, perangkat terbaru dari Xiaomi yang membawa kombinasi spesifikasi "berani" di kelasnya.

Redmi A7 Pro hadir dengan keunggulan utama pada sektor layar, kapasitas daya, hingga integrasi kecerdasan buatan (AI). Namun, dengan harga yang sangat agresif, tentu ada beberapa kompromi yang perlu diperhatikan pengguna.

Desain Elegan dengan Material Fiber Glass

Tampil beda dari ponsel murah pada umumnya, Redmi A7 Pro menggunakan material bodi berbasis fiber glass. Penggunaan material ini memberikan keuntungan ganda: tampilan yang lebih premium dan ketahanan terhadap noda sidik jari atau minyak.

Melansir dari laman Gizmologi. ID terkait unit yang mereka uji, warna Palm Green, memiliki tekstur unik yang nyaman digenggam. Selain itu, tersedia pilihan warna lain seperti Black, Mist Blue, dan Sunset Orange. Meski bobotnya mencapai 208 gram dengan ketebalan 8,15mm, perangkat ini tetap ergonomis untuk penggunaan harian. Perangkat ini juga sudah mengantongi sertifikasi IP52, yang berarti tahan terhadap debu dan percikan air ringan.

Layar 120Hz yang Imersif di Kelasnya

Sektor layar menjadi nilai jual paling menonjol. Mengusung panel LCD luas berukuran 6,9 inci, Redmi A7 Pro sudah mendukung refresh rate hingga 120Hz. Fitur ini memberikan pengalaman visual yang jauh lebih halus saat melakukan scrolling media sosial dibandingkan standar 60Hz pada ponsel sekelasnya.

Untuk mendukung kenyamanan mata, layarnya telah tersertifikasi TÜV Rheinland dan dilengkapi teknologi Wet Touch 2.0, yang memungkinkan layar tetap responsif meski jari dalam kondisi basah. Meski demikian, resolusi yang ditawarkan masih sebatas HD+ (1600 x 720). Meski ketajamannya tidak setinggi panel Full HD, ukuran layar yang lega memberikan jarak pandang yang cukup nyaman bagi pengguna.

Integrasi HyperOS 3 dan Fitur HyperAI