JATENG, Infotren.id - Semangat kolaborasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia kembali terwujud melalui inisiasi urun pendanaan atau crowdfunding untuk pendirian Universitas Unggul Nasional Indonesia (UNI University). Perguruan tinggi yang akan berlokasi di Provinsi Jawa Tengah ini ditargetkan menjadi institusi pendidikan prestisius dengan daya saing nasional maupun internasional.

Pendirian UNI University mendapat dukungan penuh dari Ketua Pembina Yayasan Mulia Widi Kusuma (YMWK), Assoc. Prof. Dr. Suyud Margono. Menurutnya, kehadiran UNI University bukan sekadar membangun institusi baru, melainkan langkah strategis menciptakan ekosistem pendidikan tinggi yang unggul, inovatif, dan terhubung dengan perkembangan global.

UNI University merupakan pengembangan dari Yayasan Pendidikan Nasional Pati (YPNP) yang diinisiasi oleh Prof. Dr. Murtono, tokoh pendidikan asal Kudus-Pati yang aktif dalam pengembangan dunia pendidikan di Jawa Tengah. Universitas ini diharapkan mampu menjawab tantangan pendidikan modern sekaligus memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat.

Ketua Pengurus YMWK, Hendra Prasetya, M.Si., menjelaskan bahwa YMWK yang berbasis di Kota Semarang dibentuk sebagai kekuatan kolaboratif yang fokus pada pengembangan pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan komunitas.

“YMWK hadir sebagai wadah kolaborasi untuk memperkuat kontribusi sosial di berbagai bidang, khususnya pendidikan. Kami percaya pembangunan sumber daya manusia berkualitas harus dilakukan bersama-sama melalui sinergi berbagai pihak,” ujar Hendra dalam keterangannya kepada wartawan belum lama ini.

Hendra menambahkan, konsep urun pendanaan dalam pengembangan UNI University merupakan bentuk partisipasi bersama untuk mempercepat terwujudnya perguruan tinggi unggulan. Dengan melibatkan masyarakat, akademisi, hingga pelaku usaha, diharapkan pembangunan universitas berjalan kuat dan berkelanjutan.

Assoc. Prof. Dr. Suyud Margono menegaskan bahwa sistem pendanaan kolaboratif ini berfungsi sebagai supporting system yang mengedepankan prinsip kebersamaan dan gotong royong. Ia menekankan bahwa keterbatasan sumber daya tidak boleh menjadi penghalang untuk menghadirkan pendidikan tinggi berkualitas.

“Pendanaan dalam kerja sama ini merupakan supporting system dengan prinsip kolaboratif, mempertimbangkan sumber daya yang terbatas namun tetap membutuhkan kontribusi bersama demi meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat Indonesia melalui pendidikan tinggi yang memiliki konektivitas internasional,” ungkap Prof. Suyud Margono.

Lebih lanjut, Suyud menilai pendidikan tinggi harus mampu menjadi motor penggerak kemajuan bangsa. “Karena itu, UNI University diharapkan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga mampu membangun jaringan internasional, menciptakan inovasi, serta melahirkan lulusan yang siap menghadapi tantangan global,” urainya.